Ini adalah cerita dimana seorang pemuda menyukai seorang gadis yang manis, lucu, dan lumayan cantik lah bisa dikatakan.
Pemuda ini sebenarnya pemalu akan ungkapan isi hatinya kepada si Gadis tersebut.
Namun dengan penuh percaya diri ia pun mengungkapkan isi hatinya.
Ketika itu pemuda mengajaknya bertemu di sebuah tempat agar dia bisa memberanikan dirinya mengungkapkan isi hatinya kepada si gadis itu.
Sesampainya disana, pemuda itu pun mengungkapkan perasaannya kepada si gadis. Sang gadis tersebut terkejut karena dia tidak menyangka sang pemuda itu akan mengutarakan isi hatinya bahwa pemuda tersebut sayang sekali kepada si gadis.
Tapi gadis itu tidak memberikan jawaban kepada si Pemuda itu.
Si pemuda sebenarnya tahu bahwa tidak akan ada gadis manapun yang akan membalas ketulusan cintanya karena keadaan sang pemuda itu. Pemuda itu menyadari siapa dirinya, karena sesungguhnya si pemuda ini punya sifat minderan. Karena kehidupan nya sangat lah sederhana, namun karena ini adalah masalah hati maka dia beranikan diri untuk mengutarakannya.
Tapi si Gadis tidak menjawab pertanyaan dari pemuda itu. Apakah si pemuda itu diterimanya atau tidak. Meski pemuda itu tidak mendapat jawaban yang pasti namun dia sudah tahu pasti apa yang ada di hati si Gadis.
Hm...Semenjak saat itu Gadis dan Pemuda itu pun semakin hari semakin akrab. Setiap gadis pulang kuliah selalu di jemput oleh pemuda itu, meski tanpa status yang pasti tetapi si pemuda merasa senang karena bisa disamping si gadis setiap harinya.
Sebenarnya gadis itu tidak pernah peduli dengan si pemuda. Dia hanya memanfaatkannya saja. Karena si gadis tidak mempunyai seorang pacar lagi. Jadi dia malu kepada temanya yang jika pulang kuliah ada someone spesial yang menjemput mereka.
Setiap hari pemuda itu menjemput si gadis tanpa meluangkan waktu untuk dirinya. karena bagi nya bersama gadis itu adalah waktunya yang paling berharga.
Tepat sebulan setelah kejadian itu, tiba-tiba si gadis mengajak pemuda itu pada suatu tempat makan. Lalu si gadis pun membelikan makanan kepada si pemuda itu berupa martabak. Dan sepulangnya itu besoknya si gadis tidak pernah lagi menghubungi si pemuda tersebut. Dan pemuda itu tidak menghubungi si gadis karena saat itu si pemuda sedang sakit. Tahu kenapa ? karena si pemuda tidak suka dengan martabak itu. Dia tidak pernah suka dengan martabak. Dan ketika sembuh si gadis itu telah mempunyai someone spesial. Dan si pemuda itu pun hanya bisa berdiam diri karena dia tahu siapa dirinya dan siapa si gadis itu.
Dia tidak mempunyai teman untuk curhat karena setiap kali dia curhat si pemuda tidak pernah merasa puas akan nasihat dari teman2nya.
Padahal nasihat temannya itu adalah baik untuk dirinya. Tapi karena egois dan merasa selalu rendah di mata teman2nya maka si pemuda tersebut mengutarakannya lewat Blogger.
By : Franky Hidayat :)
Selasa, 12 Januari 2010
Cinta Dibalas Dengan Sebuah Martabak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar